Saya melanjutkan cerita tentang metamorfosis Athar, memang agak lama (sekitar 3 tahun). Alhamdulillah Athar sudah bisa pulang ke rumah sekitar bulan Januari 2012. Aku sangat bahagia sekali Athar bisa langsung pulang ke rumah tanpa harus kembali ke rawat inap di BCH.
Hari-hari pertama Athar di rumah memang masih berat, karena kami harus mengajari Athar makan dan minum dari mulut. Karena selama ini Athar makan & minum melalui selang kateter. Setelah operasi penyambungan ini pun sementara kateternya belum dilepas, karena menurut dokter untuk adaptasi terlebih dahulu & takut-takut kalau masih ada masalah dengan kerongkongan yang baru nya. Tapi alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti dengan kerongkongannya.
Memang susah mengajari Athar makan dari mulutnya, terkadang dia muntah apabila dimasukkan susu dari mulut. Dan karena kami takut terjadi apa-apa dengan Athar, akhirnya kami kadang terpaksa masih memberi Athar susu lewat kateter. Ini berlangsung selama beberapa lama. Akhirnya berkat kesabaran dan kegigihan kami, lama kelamaan Athar sudah mulai bisa makan dan minum dari mulutnya. Tapi pertama-tama makanannya masih yang lembek-lembek.
Kami juga mulai mengajari Athar minum susu menggunakan botol susu. Karena agar Athar merasa nyaman dalam minum susu. Akhirnya lama kelamaan pun Athar terbiasa minum susu dengan botol sampai sekarang ini.
Tanggal 4 Mei 2015 yang lalu usia Athar genap 5 tahun dan sekarang sudah sekolah TK B. Alhamdulillah sampai hari ini saya masih bisa merawat Athar. Dan pertumbuhan Athar sudah normal kembali, makan dan minum sudah lancar melalui mulutnya. Walaupun suka susah makan & eaty picker. Dan salah satu dampak kecilnya dari penggunaan colon untuk sambungan pencernaannya adalah batuk. Anak seperti Athar lebih sering terkena batuk daripada anak lainnya, karena rentan terhadap bakteri. Dan terkadang juga masih suka reflux.
Tetapi apapun itu saya dan keluarga sangat bersyukur karena kami masih bisa merawat Athar sampai saat ini. Ini adalah anugerah terindah buat kami dititipi "limited edition" child seperti Athar. Saya ingin sekali share pengalaman saya ini untuk ibu-ibu yang anaknya mengalami Atresia Esofagus seperti Athar. Karena sekarang ini tidak sedikit juga anak yang terlahir dengan kondisi seperti Athar. Karena menurut penelitian 2500:1 kelahiran di Indonesia mengalami Atresia Esofagus. Bahkan saya sempat terpikir ingin membuat buku tentang perjalanan hidup Athar atau tentang anak yang terlahir dengan Atresia Esofagus. Saya ingin memberikan support kepada orangtua yang anaknya seperti Athar, untuk tidak menyerah dalam merawatnya.
Dan bahkan impian saya yang lain adalah agar kisah Athar bisa dibuatkan film agar dapat menginspirasi banyak orang. Saya juga ingin adik-adik seperjuangan Athar seperti Adek Dimas di Karawang & anak dari Bapak Edo di Kelapa Gading untuk tetap semangat menghadapi operasi kedua. Dan untuk adik-adik & teman-teman yang belum bisa survive seperti Alisha dari Pangkal Pinang, Zikri dari Jakarta, dede Azzam dari Garut dan dede Faeyza dari Kalimantan semoga mereka bahagia di surga dan bahagia disamping Allah SWT dan tidak akan merasakan sakit lagi. Amiin ya rabbal alamin..
Untuk ibu-ibu yang sekarang mempunyai bayi atresia esofagus, jangan sungkan menghubungi saya jika ada yang ingin ditanyakan seputar perawatannya. Saya bisa dihubungi di no 081287361263 (wa), pin bb : 53B0F426. Kita bisa sharing dalam merawat anak atresia esofagus bun..
Terima kasih,
Rini